Mahkota Emas Untuk Ibuk ku.
Teruntuk kalian jkm 24 tolong renungkanlah dan pahamilah apa
pesan yang terdapat dalam cerita ini.
Aku sedang berjalan menuju aula yang ku
yakini sudah penuh oleh teman temanku yang sedang murotalan. Pagi ini mereka
sangat bersemangat sebab kali ini murotalan dipimpin langsung oleh Umi Fitroh.
Aku pun mulai menaiki anak tangga dan benar dugaanku aula sudah mulai penuh dan
dengan sangat terpaksa aku pun duduk di anak tangga paling atas.
“Eh... Put kok tumben telat.” Tanya Maya
teman sekelasku.
“Iya nih semalem gak bisa tidur mikirin
ibu, ibu kenapa yah? Semoga saja ibu sehat terus yah..” Kataku dengan gelisah.
“Aeh gak boleh negativ thingking. Banyakin istighfar coba
nanti siang telpon biar lega.” Tambah Maya sambil mengusap punggungku
menenangkan.
“Iya May, aku keinget aja sama
percakapan terakhirku sama ibu waktu itu.” Jawabnya.
12/10/2021
“Iya nduk...semoga hafalannya tambah
lancar dan nduk bisa mencapai apa yang nduk inginkan.” Suara ibu begitu lembut
menyapa telingaku.
“Enggih Bu amin..bu cekap semanten nggih
bu niki vochere bade telas, assalamualaikum bu.” Ucapku mengakhiri telpon pada
sore itu.
17/10/2021
Tak terasa kelas MQQ sudah berakhir aku
pun bergegas menuju wartel untuk mengantri telpon. Namun sesampainya disana aku
sedikit kecewa,
sebab antrian telpon sudah dipenuhi oleh anak baru. “De ada yang ngantri ga.”
Tanyaku pada salah satu anak kelas disitu.
“Mboten enten mba.” Jawabnya.
“Yaudah ya antri ya..” Balasku.
“Iya mba tapi masih panjang banget.”
Tambahnya .
“Nanti panggil aku dikamar yah.” Suruhku
pada dia.
Aku bergegas menuju kamar untuk
mengistirahatkan badanku, namun ditengah jalan aku pun bertemu dengan Carla,
temanku yang dua hari lalu pulang, sebab ibunya meninggal.
15/10/2021
“Panggailan kepada Carla Maheswari
ditunggu kehadirannya didepan
kantor.
Jika tidur mohon
untuk dibangunkan. Terimakasih.”
Suara mikrofon begitu menggelegar dan itu
sangat menggangguku yang sedang sibuk hapalan. “Eh Carla dipanggil tuh disuruh
kedepan kantor siapa tau penting.” Ucapku pada Carla.
“Iyah nih Put, ada apa yah kok tumben
aku dipanggil yaudah aku kesana dulu yah.” Balas Carla sambil berlalu.
Aku pun melanjutkan hapalanku yang sempat
tertunda, tak lama kemudian Carla kembali. namun dengan mata yang sembab
dan dengan definisi yang sulit aku definisikan. “Eh Carla kamu kenapa, apa
semuanya baik baik saja?”
Tanyaku sambil menghampirinya. “Put, ibu.. Put
sudah meninggal tadi pagi Put..” Jawabnya sambil terisak “Inaalillaahiwainnaailaihirojiun...
sabar Car sudah ini semua menjadi jalan yang terbaik, aku yakin kamu kuat.”
Ucapku sambil ku peluk dia menenangkan.
Dalam hati aku berharap semoga aku tidak
bisa merasakan apa yang Carla rasakan. Sebab masih banyak yang masih ingin aku
berikan pada ibuku terutama yaitu gelarku sebagai hafidzah.
17/10/2021
“Panggilan kepada Aisyah Saputri ditunggu
kehadirannya di depan kantor. Segera. PENTING!.” “Eh Put...dipanggil tuh
dikantor.” Ucap Maya sambil membangunkanku. “hmm ntar ajah lah May ngantuk
aku..” Balasku pada Maya sambil menenggelamkanku pada bantal. “Ati-ati nyesel
loh kalo
beritanya
Penting .” Ucap Maya sambil melangkah penting.
Seketika aku pun langsung terbangun dan bergegas menuju kantor entah kenapa
perasaanku begitu gelisah bahkan ketika aku tidur bayangan ibuku selalu ada
didalam mimpiku seakan ibu ingin mengatakan sesuatu. Sesampainya dikantor aku pun
mulai mengetuk pintu.
“Assaalamualaikum,, ustadzah tadi ada yang
manggil putri yah?” Tanyaku pada salah satu ustadzah disana. “Oh iyah bentar
yah..eh yah tadi mba Ocha manggil Putri gak sih itu anaknya udah ada disini.”
“Eh Put sini Put masuk ajah
gak papah.” Ucap mba Ocha memanggiku. “Ada apa mba kayaknya penting banget
sih.” Balasku sambil dudu di depan mba Ocha. “Gini Put kamu yang sabar yah Put, tadi pagi kakakmu nelpon
pondok katanya ibumu meninggal. Beliau meninggal sesab terjatuh dari kamar
mandi katanya pembuluih darahnya pecah jadi ibu meninggal di rumah sakit.” Ucap
mba Ocha dengan begitu pelan agar aku tidak begitu syok.
Bagai disambar petir aku pun sekitika
hanya bisa menangis ternyata selama ini hatiku begitu gelisah sebab berita ini.
Aku sungguh menyesal mengapa ibu meninggalkanku bahkan sebelum aku bisa
menyelesaikan gelar hafidzahku.
17/10/2022
Hari ini tepat setahun berlalu kepergian
ibu tepat hari ini pula aku akan menghadiahkan apa yang ibu harapkan. Kuedarkan
pandanganku kesekeliling panggung kulihat semua teman-temanku datang bersama
kedua orang tua mereka. Ya aki iri tapi aku sudah
sadar ini sudah takdir dan memang inilah yang terbaik. “Eh.. Put kok ngelamun
sih pamali loh...” Tegur Maya menyadarkanku.
“Hehe gak papah kok aku lagi mikir ajah siapa
yah wisuda terbaik taun ini.” Jawabku pada Maya. “Enggak tau doa ajah yang
terbaik yah..” Ucap Maya menyemangati diriku.
“Assalamualaikum wr.wb, para hadirin yang
berbahagia kini telah sampailah kita pada puncak acara yakni penyematan dan
penghargaan kepada Wisudawati Quran Terbaik tahun ini yang diraih
oleh..............” Suara itu membuatku deg-degan aku hanya bisa berdoa semoga
saja itu adalah aku. “Kita sambut wisudawati terbaik atas nama ananda Aisyah
Putri.” Suara MC diiringi tepukan audiens. Aku begitu terkejut inilah yang
selama ini aku cita-citakan dan kini bu, aku akan menghadiahkan mahkota emas ini
secara utuh untukmu yang ku yakini, engkau begitu bangga walaupun engkau tak
selalu menyertai putrimu ini.
Oleh: Kha_Amelia.23

Komentar
Posting Komentar