Bheeq
Aku sang pegengsi akut yang tak tau diri
Bahkan, tak pernah ingin sedikit
sudutmu kupuji
Bukan untuk apa aku memuji
Hanya saja itulah caraku mendorongmu
terus maju
Walau kau terpijak qolbu
Memang, kau si pandai, tapi aku tak mengakuinya
Memang, kau si manis tapi , untuk
mengakuinya aku lupa
Haha
Ku akui suaramu tak seindah Bang Roma
Namun, Selalu membuat kakiku berlari
Acapkali, kau kumandangkan adzan di
mushola seberang
Aku hampir lupa,
Saat mahkota hitammu tak bertengger
di singgasananya
Aku sempat terpaku sejenak.
Cobalah berkaca tentang rambut
keritingmu,…
Aku cukup suka
Maaf, penyakitku kambuh lagi
Realita cukup, ialah sangat
Tak luput dari kata sayang
aku hanya
bisa memandang
Oleh:
@iamridehere
@iamridehere

Komentar
Posting Komentar